Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Acupuncturist
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gangguan dengan merangsang titik-titik akupunktur tertentu di dalam tubuh menggunakan jarum akupunktur. Dapat juga menggunakan cangkir, suplemen nutrisi, pijat terapi, akupresur, dan terapi kesehatan alternatif lainnya.
Pertahankan dan ikuti kebijakan dan prosedur standar mutu, keselamatan, lingkungan, dan pengendalian infeksi.
Rawat pasien menggunakan alat-alat seperti jarum, cangkir, bola telinga, biji-bijian, pelet, atau suplemen nutrisi.
Patuhi hukum, peraturan, dan undang-undang setempat, negara bagian, dan federal.
Identifikasi lokasi titik anatomi dan proporsional yang benar berdasarkan anatomi dan posisi pasien, kontraindikasi, dan tindakan pencegahan terkait perawatan, seperti jarum intradermal, moksibusi, listrik, guasha, atau pendarahan.
Mengembangkan rencana dan strategi perawatan individual.
Activities
Aktivitas
Membantu dan Merawat Orang Lain — Memberikan bantuan pribadi, perhatian medis, dukungan emosional, atau perawatan pribadi lainnya kepada orang lain seperti rekan kerja, pelanggan, atau pasien.
Mendokumentasikan/Merekam Informasi — Memasukkan, menyalin, merekam, menyimpan, atau memelihara informasi dalam bentuk tertulis atau elektronik/magnetik.
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Memperbarui dan Menggunakan Pengetahuan yang Relevan — Tetap mengikuti perkembangan teknis dan menerapkan pengetahuan baru pada pekerjaan Anda.
Membangun dan Memelihara Hubungan Interpersonal — Mengembangkan hubungan kerja yang konstruktif dan kooperatif dengan orang lain, dan memeliharanya dari waktu ke waktu.
Skills
Keterampilan
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Orientasi Pelayanan — Secara aktif mencari cara untuk membantu orang lain.
Kepekaan Sosial — Menyadari reaksi orang lain dan memahami mengapa mereka bereaksi seperti itu.
Berbicara — Berbicara kepada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Digital Skills
Keahlian Digital
Perangkat lunak surat elektronik — Microsoft Outlook
Perangkat lunak medis — Perangkat lunak EHR rekam medis elektronik; Miridia Technology AcuGraph; QPuncture II; Trigram Software AcuBase Pro
Perangkat lunak rangkaian perkantoran — Perangkat lunak Microsoft Office
Perangkat lunak sistem operasi — Microsoft Windows
Perangkat lunak spreadsheet — Microsoft Excel
Abilities
Kemampuan
Penalaran Deduktif — Kemampuan untuk menerapkan aturan umum pada masalah khusus untuk menghasilkan jawaban yang masuk akal.
Penglihatan Dekat — Kemampuan untuk melihat detail dari jarak dekat (dalam jarak beberapa kaki dari pengamat).
Pemahaman Lisan — Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami informasi dan ide yang disampaikan melalui kata-kata dan kalimat lisan.
Ekspresi Lisan — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide dalam berbicara sehingga orang lain dapat memahaminya.
Sensitivitas Masalah — Kemampuan untuk menyadari ketika ada sesuatu yang salah atau kemungkinan akan salah. Hal ini tidak melibatkan penyelesaian masalah, melainkan hanya pengakuan bahwa ada masalah.
Knowledge
Pengetahuan
Layanan Pelanggan dan Pribadi — Pengetahuan tentang prinsip dan proses penyediaan layanan pelanggan dan pribadi. Ini mencakup penilaian kebutuhan pelanggan, pemenuhan standar kualitas layanan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.
Kedokteran dan Kedokteran Gigi — Pengetahuan tentang informasi dan teknik yang dibutuhkan untuk mendiagnosis dan mengobati cedera, penyakit, dan deformitas manusia. Ini mencakup gejala, alternatif pengobatan, sifat dan interaksi obat, serta tindakan pencegahan kesehatan.
Psikologi — Pengetahuan tentang perilaku dan kinerja manusia; perbedaan individu dalam kemampuan, kepribadian, dan minat; pembelajaran dan motivasi; metode penelitian psikologis; dan penilaian serta pengobatan gangguan perilaku dan afektif.
Biologi — Pengetahuan tentang organisme tumbuhan dan hewan, jaringan, sel, fungsi, saling ketergantungan, dan interaksi satu sama lain dan lingkungan.
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Education
Pendidikan
SMK/SMA — Lulusan SMA/SMK (semua jurusan) dapat melanjutkan ke pendidikan terkait kesehatan atau akupunktur. (Belum dapat praktik akupunktur secara profesional.)
S1 (Sarjana) — Program yang relevan: S1 Akupunktur Medik, S1 Kesehatan Tradisional, atau S1 Kesehatan Lainnya yang membuka jalur profesi akupunktur. Lulusan S1 dapat melanjutkan ke pendidikan profesi untuk menjadi terapis akupunktur yang tersertifikasi.
S2 (Magister) — Program S2 Kesehatan Tradisional, atau bidang terkait. Fokus pada pendalaman teori, riset, dan praktik lanjutan akupunktur medis.
S3 (Doktor) — Program S3 Ilmu Kedokteran Tradisional / Kesehatan atau bidang terkait penelitian kesehatan komplementer. Cocok untuk menjadi peneliti, dosen, atau pakar akupunktur. (Gelar akademik S3 tidak otomatis memberi kewenangan praktik; tetap membutuhkan sertifikasi profesi.)
Interest
Minat
Sosial — Pekerjaan melibatkan membantu, mengajar, menasihati, membantu, atau memberikan layanan kepada orang lain. Pekerjaan sosial sering kali dikaitkan dengan kegiatan sosial, perawatan kesehatan, layanan pribadi, pengajaran/pendidikan, atau keagamaan.
Investigatif — Pekerjaan yang melibatkan studi dan penelitian benda mati, organisme hidup, penyakit atau bentuk gangguan lainnya, atau perilaku manusia. Pekerjaan investigasi sering dikaitkan dengan ilmu fisika, ilmu hayati, ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, dan dapat ditemukan di bidang humaniora, matematika/statistika, teknologi informasi, atau layanan kesehatan.
Realistis — Pekerjaan meliputi perancangan, pembangunan, atau perbaikan peralatan, material, atau struktur, aktivitas fisik, atau bekerja di luar ruangan. Pekerjaan realistis sering dikaitkan dengan teknik, mekanika dan elektronika, konstruksi, pertukangan kayu, transportasi, pengoperasian mesin, pertanian, layanan hewan, pekerjaan fisik atau manual, atletik, atau layanan perlindungan.
Work Ethic
Etos Kerja
SMK/SMA = Dapat berasal dari SMA jurusan IPA atau SMK Kesehatan, yang memberikan dasar biologi dan ilmu kesehatan sebagai bekal awal untuk melanjutkan pendidikan formal di bidang akupunktur.
S1 = Wajib menempuh S1 Akupunktur atau S1 Akupunktur dan Pengobatan Herbal pada perguruan tinggi yang terakreditasi, dengan pembelajaran meliputi dasar ilmu medis, anatomi dan fisiologi, teori pengobatan tradisional Tiongkok, teknik akupunktur, serta praktik klinik sesuai standar pelayanan kesehatan.
S2 = Tidak wajib untuk praktik akupunktur, namun jenjang Magister Akupunktur atau Magister Kesehatan dapat ditempuh oleh individu yang ingin memperdalam keilmuan, melakukan riset, atau berkarier sebagai pendidik dan pengelola layanan kesehatan komplementer.
S3 = Tidak diperlukan untuk praktik klinis sehari-hari, tetapi jenjang Doktor Kesehatan, Doktor Ilmu Kedokteran, atau Doktor Ilmu Pengobatan Tradisional relevan bagi mereka yang ingin berkarier sebagai akademisi, peneliti, atau pakar pengembangan kebijakan dan ilmu akupunktur.
Work Style
Gaya Kerja
Kepedulian terhadap Orang Lain — Pekerjaan menuntut kepekaan terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain serta bersikap pengertian dan suka menolong dalam pekerjaan.
Keandalan — Pekerjaan menuntut seseorang untuk dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan, serta memenuhi kewajiban.
Integritas — Pekerjaan menuntut kejujuran dan etika.
Perhatian terhadap Detail — Pekerjaan menuntut kehati-hatian terhadap detail dan ketelitian dalam menyelesaikan tugas pekerjaan.
Pengendalian Diri — Pekerjaan ini mengharuskan kita untuk tetap tenang, mengendalikan emosi, mengendalikan amarah, dan menghindari perilaku agresif, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.