Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Air Traffic Controllers
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Mengendalikan lalu lintas udara di dalam dan di sekitar bandara, serta pergerakan lalu lintas udara antara sektor ketinggian dan pusat kendali, sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang ditetapkan. Mengotorisasi, mengatur, dan mengendalikan penerbangan maskapai komersial sesuai dengan peraturan pemerintah atau perusahaan untuk mempercepat dan memastikan keselamatan penerbangan.
Memberi tahu pilot tentang pesawat terdekat atau kondisi yang berpotensi membahayakan, seperti cuaca, kecepatan dan arah angin, atau masalah jarak pandang.
Mengeluarkan otorisasi atau instruksi pendaratan dan lepas landas.
Mentransfer kendali penerbangan yang berangkat ke pusat kendali lalu lintas dan menerima kendali penerbangan yang tiba.
Memberikan perubahan jalur penerbangan atau arah ke lapangan pendaratan darurat bagi pilot yang bepergian dalam cuaca buruk atau situasi darurat.
Beri tahu layanan darurat bandara jika terjadi keadaan darurat atau saat pesawat mengalami kesulitan.
Activities
Aktivitas
Membuat Keputusan dan Memecahkan Masalah — Menganalisis informasi dan mengevaluasi hasil untuk memilih solusi terbaik dan memecahkan masalah.
Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa — Mengidentifikasi informasi dengan mengkategorikan, memperkirakan, mengenali perbedaan atau persamaan, dan mendeteksi perubahan keadaan atau peristiwa.
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Memantau Proses, Material, atau Lingkungan — Memantau dan meninjau informasi dari material, peristiwa, atau lingkungan, untuk mendeteksi atau menilai masalah.
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan — Memberikan informasi kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan melalui telepon, dalam bentuk tertulis, email, atau secara langsung.
Skills
Keterampilan
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Berbicara — Berbicara kepada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Penilaian dan Pengambilan Keputusan — Mempertimbangkan biaya dan manfaat relatif dari tindakan potensial untuk memilih tindakan yang paling tepat.
Pemecahan Masalah yang Kompleks — Mengidentifikasi masalah yang kompleks dan meninjau informasi terkait untuk mengembangkan dan mengevaluasi pilihan serta menerapkan solusi.
Digital Skills
Keahlian Digital
Perangkat lunak surat elektronik — Microsoft Outlook
Perangkat lunak sistem pakar — Teknologi canggih dan prosedur kelautan ATOP; Sistem terminal radar otomatis ARTS; Sistem otomasi Center TRACON CTAS
Perangkat lunak kontrol penerbangan — Perangkat lunak langsung ke alat; Penasihat penurunan dalam perjalanan EDA; Penasihat manajemen lalu lintas multi-pusat McTMA; Perangkat lunak penasihat manajemen lalu lintas TMA
Perangkat lunak presentasi — Microsoft PowerPoint
Perangkat lunak spreadsheet — Microsoft Excel
Abilities
Kemampuan
Sensitivitas Masalah — Kemampuan untuk menyadari ketika ada sesuatu yang salah atau kemungkinan akan salah. Hal ini tidak melibatkan penyelesaian masalah, melainkan hanya pengakuan bahwa ada masalah.
Pemahaman Lisan — Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami informasi dan ide yang disampaikan melalui kata-kata dan kalimat lisan.
Ekspresi Lisan — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide dalam berbicara sehingga orang lain dapat memahaminya.
Perhatian Selektif — Kemampuan untuk berkonsentrasi pada suatu tugas selama jangka waktu tertentu tanpa terganggu.
Penalaran Deduktif — Kemampuan untuk menerapkan aturan umum pada masalah khusus untuk menghasilkan jawaban yang masuk akal.
Knowledge
Pengetahuan
Transportasi — Pengetahuan tentang prinsip dan metode untuk memindahkan orang atau barang melalui udara, kereta api, laut, atau jalan raya, termasuk biaya dan manfaat relatifnya.
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Pendidikan dan Pelatihan — Pengetahuan tentang prinsip dan metode untuk desain kurikulum dan pelatihan, pengajaran dan instruksi untuk individu dan kelompok, dan pengukuran efek pelatihan.
Keamanan dan Keselamatan Publik — Pengetahuan tentang peralatan, kebijakan, prosedur, dan strategi yang relevan untuk mempromosikan operasi keamanan lokal, negara bagian, atau nasional yang efektif untuk melindungi orang, data, properti, dan lembaga.
Layanan Pelanggan dan Pribadi — Pengetahuan tentang prinsip dan proses penyediaan layanan pelanggan dan pribadi. Ini mencakup penilaian kebutuhan pelanggan, pemenuhan standar kualitas layanan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.
Education
Pendidikan
SMK/SMA — Lulusan SMA IPA, SMA IPS, atau SMK Penerbangan/Komunikasi dapat mendaftar ke sekolah kedinasan atau pelatihan ATC. (Di tahap ini belum dapat bekerja sebagai ATC.)
D3/S1 — Untuk menjadi ATC di Indonesia, jalur utamanya adalah menempuh pendidikan di: Politeknik Penerbangan (Poltekbang), STPI / Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (kini Politeknik Penerbangan Curug), Program: D3 atau D4/Pengatur Lalu Lintas Udara; Lulusan memperoleh kompetensi dasar navigasi udara dan komunikasi penerbangan.
Profesi & Lisensi ATC — Setelah lulus dari Poltekbang/STPI → harus mengikuti diklat, on-the-job training, dan mendapat lisensi Air Traffic Controller dari Direktorat Navigasi Penerbangan (Kemenhub). Lisensi inilah yang memberi kewenangan resmi menjadi ATC.
S2 (Opsional) — Program S2 Manajemen Transportasi Udara, S2 Keselamatan Penerbangan, atau bidang terkait. Bukan syarat, namun berguna untuk karier manajerial atau instruktur ATC.
S3 (Opsional) — Program S3 Transportasi, S3 Keselamatan Transportasi, atau bidang riset penerbangan. Cocok untuk menjadi akademisi atau pakar manajemen navigasi udara.
Interest
Minat
Konvensional — Pekerjaan melibatkan kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan untuk mengelola informasi atau data, biasanya dalam lingkungan bisnis. Pekerjaan konvensional sering dikaitkan dengan pekerjaan kantor, akuntansi, matematika/statistik, teknologi informasi, keuangan, atau sumber daya manusia.
Realistis — Pekerjaan meliputi perancangan, pembangunan, atau perbaikan peralatan, material, atau struktur, aktivitas fisik, atau bekerja di luar ruangan. Pekerjaan realistis sering dikaitkan dengan teknik, mekanika dan elektronika, konstruksi, pertukangan kayu, transportasi, pengoperasian mesin, pertanian, layanan hewan, pekerjaan fisik atau manual, atletik, atau layanan perlindungan.
Wirausaha — Pekerjaan melibatkan pengelolaan, negosiasi, pemasaran, atau penjualan, biasanya di lingkungan bisnis, atau memimpin atau memberi nasihat kepada orang-orang dalam situasi politik dan hukum. Pekerjaan yang berjiwa wirausaha sering dikaitkan dengan inisiatif bisnis, penjualan, pemasaran/periklanan, keuangan, manajemen/administrasi, konsultasi profesional, berbicara di depan umum, politik, atau hukum.
Work Ethic
Etos Kerja
Tanggung jawab tinggi — ATC bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan penerbangan, sehingga setiap keputusan harus diambil dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian.
Disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur — Seluruh pekerjaan ATC harus mengikuti standar operasional dan aturan penerbangan internasional secara konsisten tanpa pengecualian.
Konsentrasi dan fokus yang kuat— ATC harus mampu menjaga fokus dalam waktu lama meskipun bekerja dalam kondisi padat dan penuh tekanan.
Ketelitian dan keakuratan — Kesalahan kecil dalam informasi waktu, jarak, atau ketinggian pesawat dapat berdampak besar, sehingga ketelitian sangat diperlukan.
Kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat — Dalam situasi darurat atau lalu lintas udara yang padat, ATC harus segera menentukan solusi terbaik dengan waktu yang terbatas.
Kemampuan komunikasi yang jelas dan efektif — ATC harus menyampaikan instruksi secara singkat, tegas, dan tidak ambigu kepada pilot dan pihak terkait lainnya.
Kerja sama dan koordinasi tim — ATC bekerja dalam sistem tim, sehingga diperlukan sikap saling percaya, koordinasi, dan komunikasi yang baik antarpetugas.
Ketahanan terhadap stres— Tekanan kerja yang tinggi menuntut ATC untuk tetap tenang dan profesional dalam situasi apa pun.
Integritas dan profesionalisme — ATC harus menjunjung tinggi kejujuran, etika kerja, dan menjaga kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan.
Kemauan belajar dan meningkatkan kompetensi — Perkembangan teknologi dan prosedur penerbangan menuntut ATC untuk terus belajar dan mengikuti pelatihan secara berkala.
Work Style
Gaya Kerja
Konvensional — Pekerjaan melibatkan kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan untuk mengelola informasi atau data, biasanya dalam lingkungan bisnis. Pekerjaan konvensional sering dikaitkan dengan pekerjaan kantor, akuntansi, matematika/statistik, teknologi informasi, keuangan, atau sumber daya manusia.
Realistis — Pekerjaan meliputi perancangan, pembangunan, atau perbaikan peralatan, material, atau struktur, aktivitas fisik, atau bekerja di luar ruangan. Pekerjaan realistis sering dikaitkan dengan teknik, mekanika dan elektronika, konstruksi, pertukangan kayu, transportasi, pengoperasian mesin, pertanian, layanan hewan, pekerjaan fisik atau manual, atletik, atau layanan perlindungan.
Wirausaha — Pekerjaan melibatkan pengelolaan, negosiasi, pemasaran, atau penjualan, biasanya di lingkungan bisnis, atau memimpin atau memberi nasihat kepada orang-orang dalam situasi politik dan hukum. Pekerjaan yang berjiwa wirausaha sering dikaitkan dengan inisiatif bisnis, penjualan, pemasaran/periklanan, keuangan, manajemen/administrasi, konsultasi profesional, berbicara di depan umum, politik, atau hukum.