Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Animal Trainers
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Melatih hewan mengikuti perintah atau perilaku tertentu.
Menilai kebutuhan dan karakter hewan.
Menangani masalah perilaku.
Membuat rencana pelatihan.
Berkomunikasi dengan pemilik hewan.
Activities
Aktivitas
Sesi latihan rutin.
Memberikan reward dan koreksi.
Mengobservasi respons hewan.
Mencatat progres pelatihan.
Skills
Keterampilan
Komunikasi dengan hewan (handling).
Kepemimpinan lembut (gentle leadership).
Kesabaran tinggi.
Teknik positif reinforcement.
Manajemen emosi hewan.
Digital Skills
Keahlian Digital
Aplikasi jadwal & progres pelatihan.
Konten video latihan (rekam-evaluasi).
Mesin pelacak aktivitas hewan (smart collar).
Media sosial untuk edukasi/promo.
Penggunaan smartphone dasar.
Abilities
Kemampuan
Membaca bahasa tubuh hewan.
Konsistensi memberi perintah.
Adaptasi metode sesuai spesies.
Fokus dan ketenangan.
Problem solving perilaku.
Knowledge
Pengetahuan
Etologi (perilaku hewan).
Teknik pelatihan hewan modern.
Dasar kesehatan dan nutrisi.
Keselamatan interaksi manusia–hewan.
Karakter spesies berbeda.
Education
Pendidikan
SMK/SMA = Dapat ditempuh melalui SMK Peternakan, SMK Kesehatan Hewan, atau SMK Agribisnis Ternak yang memberikan dasar perawatan hewan, perilaku hewan, dan keselamatan kerja; lulusan SMA juga dapat memasuki profesi ini melalui pelatihan nonformal, magang, serta pengalaman langsung menangani dan melatih hewan.
S1 = Tidak wajib, namun lulusan S1 Kedokteran Hewan, S1 Peternakan, S1 Biologi, atau S1 Zoologi memiliki pemahaman ilmiah yang lebih kuat tentang perilaku, kesehatan, dan kesejahteraan hewan, sehingga mendukung profesionalisme dalam pelatihan hewan.
S2 = Tidak diperlukan untuk praktik pelatihan sehari-hari, tetapi jenjang Magister Ilmu Peternakan, Magister Biologi, atau Magister Etologi (perilaku hewan) dapat ditempuh oleh individu yang ingin memperdalam riset atau menjadi konsultan dan pendidik di bidang pelatihan hewan.
S3 = Tidak relevan untuk praktik lapangan, namun jenjang Doktor Ilmu Peternakan, Doktor Biologi, atau Doktor Ilmu Hewan dapat ditempuh oleh mereka yang ingin berkarier sebagai akademisi, peneliti, atau pakar kesejahteraan dan perilaku hewan.