Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Customs and Border Protection Officers
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Menyelidiki dan memeriksa orang, angkutan umum, barang, dan barang dagangan, yang tiba di atau berangkat dari Amerika Serikat atau antar negara bagian untuk mendeteksi pelanggaran hukum dan peraturan imigrasi dan bea cukai.
Memeriksa aplikasi imigrasi, visa, dan paspor serta mewawancarai orang untuk menentukan kelayakan masuk, tempat tinggal, dan perjalanan di AS
Tangkap orang yang melanggar undang-undang bea cukai atau imigrasi dan atur tindakan hukum, seperti deportasi.
Memeriksa kargo, bagasi, dan barang-barang pribadi yang masuk atau meninggalkan AS untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang pendapatan dan peraturan bea cukai AS.
Temukan dan sita barang selundupan, barang dagangan yang tidak dideklarasikan, serta kendaraan, pesawat terbang, atau kapal yang memuat barang dagangan tersebut.
Menafsirkan dan menjelaskan hukum dan peraturan kepada pelancong, calon imigran, pengirim barang, dan produsen.
Activities
Aktivitas
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Bekerja dengan Komputer — Menggunakan komputer dan sistem komputer (termasuk perangkat keras dan perangkat lunak) untuk memprogram, menulis perangkat lunak, mengatur fungsi, memasukkan data, atau memproses informasi.
Mengidentifikasi Objek, Tindakan, dan Peristiwa — Mengidentifikasi informasi dengan mengkategorikan, memperkirakan, mengenali perbedaan atau persamaan, dan mendeteksi perubahan keadaan atau peristiwa.
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan — Memberikan informasi kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan melalui telepon, dalam bentuk tertulis, email, atau secara langsung.
Mengevaluasi Informasi untuk Menentukan Kepatuhan terhadap Standar — Menggunakan informasi yang relevan dan penilaian individu untuk menentukan apakah peristiwa atau proses mematuhi hukum, peraturan, atau standar.
Skills
Keterampilan
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Berbicara — Berbicara kepada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Pemahaman Membaca — Memahami kalimat dan paragraf tertulis dalam dokumen terkait pekerjaan.
Kepekaan Sosial — Menyadari reaksi orang lain dan memahami mengapa mereka bereaksi seperti itu.
Digital Skills
Keahlian Digital
Antarmuka pengguna basis data dan perangkat lunak kueri — Sistem Manifes Otomatis AMS; Basis data informasi penegakan hukum; Basis data Pusat Informasi Kejahatan Nasional (NCIC); Sistem Komunikasi Penegakan Hukum Perbendaharaan TECS
Perangkat lunak surat elektronik — Microsoft Outlook
Perangkat lunak layanan berbasis lokasi seluler — Perangkat lunak sistem penentuan posisi global GPS
Perangkat lunak rangkaian perkantoran — Corel WordPerfect Office Suite; perangkat lunak Microsoft Office
Perangkat lunak spreadsheet — Microsoft Excel
Abilities
Kemampuan
Penalaran Induktif — Kemampuan untuk menggabungkan potongan-potongan informasi untuk membentuk aturan umum atau kesimpulan (termasuk menemukan hubungan di antara peristiwa yang tampaknya tidak berhubungan).
Penglihatan Dekat — Kemampuan untuk melihat detail dari jarak dekat (dalam jarak beberapa kaki dari pengamat).
Pemahaman Lisan — Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami informasi dan ide yang disampaikan melalui kata-kata dan kalimat lisan.
Ekspresi Lisan — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide dalam berbicara sehingga orang lain dapat memahaminya.
Sensitivitas Masalah — Kemampuan untuk menyadari ketika ada sesuatu yang salah atau kemungkinan akan salah. Hal ini tidak melibatkan penyelesaian masalah, melainkan hanya pengakuan bahwa ada masalah.
Knowledge
Pengetahuan
Hukum dan Pemerintahan — Pengetahuan tentang hukum, kode hukum, prosedur pengadilan, preseden, peraturan pemerintah, perintah eksekutif, aturan lembaga, dan proses politik demokratis.
Keamanan dan Keselamatan Publik — Pengetahuan tentang peralatan, kebijakan, prosedur, dan strategi yang relevan untuk mempromosikan operasi keamanan lokal, negara bagian, atau nasional yang efektif untuk melindungi orang, data, properti, dan lembaga.
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Layanan Pelanggan dan Pribadi — Pengetahuan tentang prinsip dan proses penyediaan layanan pelanggan dan pribadi. Ini mencakup penilaian kebutuhan pelanggan, pemenuhan standar kualitas layanan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.
Psikologi — Pengetahuan tentang perilaku dan kinerja manusia; perbedaan individu dalam kemampuan, kepribadian, dan minat; pembelajaran dan motivasi; metode penelitian psikologis; dan penilaian serta pengobatan gangguan perilaku dan afektif.
Education
Pendidikan
SMK/SMA = Dapat berasal dari SMA atau SMK semua jurusan, terutama yang memiliki dasar administrasi, akuntansi, atau manajemen; calon harus memenuhi syarat rekrutmen umum seperti tes akademik, kesehatan, jasmani, dan integritas, serta lolos seleksi CPNS/PPPK untuk bergabung dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
S1 = Umumnya lebih diprioritaskan dari lulusan S1 Kepabeanan dan Cukai, S1 Administrasi Bisnis, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Hubungan Internasional, atau S1 Teknik tertentu, karena pekerjaan ini memerlukan pemahaman tentang regulasi kepabeanan, perdagangan internasional, pemeriksaan barang, keamanan perbatasan, dan penegakan hukum.
S2 = Tidak wajib, tetapi dapat ditempuh melalui Magister Kepabeanan dan Cukai, Magister Hukum, Magister Administrasi Publik, atau Magister Manajemen bagi mereka yang ingin menempati posisi strategis, manajerial, atau analis kebijakan di bidang kepabeanan dan perlindungan perbatasan.
S3 = Tidak diperlukan untuk tugas operasional, namun jenjang Doktor Hukum, Doktor Administrasi Publik, atau Doktor Kebijakan Publik dapat relevan bagi individu yang ingin berkarier sebagai akademisi, peneliti, atau penyusun kebijakan tingkat tinggi di sektor kepabeanan dan pengawasan perbatasan.
Interest
Minat
Konvensional — Pekerjaan melibatkan kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan untuk mengelola informasi atau data, biasanya dalam lingkungan bisnis. Pekerjaan konvensional sering dikaitkan dengan pekerjaan kantor, akuntansi, matematika/statistik, teknologi informasi, keuangan, atau sumber daya manusia.
Wirausaha — Pekerjaan melibatkan pengelolaan, negosiasi, pemasaran, atau penjualan, biasanya di lingkungan bisnis, atau memimpin atau memberi nasihat kepada orang-orang dalam situasi politik dan hukum. Pekerjaan yang berjiwa wirausaha sering dikaitkan dengan inisiatif bisnis, penjualan, pemasaran/periklanan, keuangan, manajemen/administrasi, konsultasi profesional, berbicara di depan umum, politik, atau hukum.
Realistis — Pekerjaan meliputi perancangan, pembangunan, atau perbaikan peralatan, material, atau struktur, aktivitas fisik, atau bekerja di luar ruangan. Pekerjaan realistis sering dikaitkan dengan teknik, mekanika dan elektronika, konstruksi, pertukangan kayu, transportasi, pengoperasian mesin, pertanian, layanan hewan, pekerjaan fisik atau manual, atletik, atau layanan perlindungan.
Work Ethic
Etos Kerja
Integritas tinggi dalam menjalankan tugas, bebas dari praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau konflik kepentingan.
Menjunjung hukum dan regulasi terkait perdagangan, imigrasi, keamanan perbatasan, dan kepabeanan.
Ketelitian dalam pemeriksaan dokumen, barang, kendaraan, maupun orang untuk mencegah pelanggaran.
Komitmen pada keamanan nasional dengan mencegah penyelundupan, perdagangan ilegal, dan ancaman lintas batas.
Profesionalisme dalam interaksi dengan pelaku usaha, pelancong, dan masyarakat.
Work Style
Gaya Kerja
Integritas — Pekerjaan menuntut kejujuran dan etika.
Pengendalian Diri — Pekerjaan ini mengharuskan kita untuk tetap tenang, mengendalikan emosi, mengendalikan amarah, dan menghindari perilaku agresif, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Keandalan — Pekerjaan menuntut seseorang untuk dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan, serta memenuhi kewajiban.
Toleransi Stres — Pekerjaan mengharuskan menerima kritik dan menangani situasi stres tinggi dengan tenang dan efektif.
Kemampuan beradaptasi/fleksibilitas — Pekerjaan menuntut keterbukaan terhadap perubahan (positif atau negatif) dan variasi yang cukup besar di tempat kerja.