Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Forensic Science Technicians
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis bukti fisik terkait investigasi kriminal. Melakukan pengujian pada senjata atau zat, seperti serat, rambut, dan jaringan untuk menentukan signifikansinya terhadap investigasi. Dapat memberikan kesaksian sebagai saksi ahli mengenai bukti atau teknik laboratorium kriminal. Dapat berperan sebagai spesialis di bidang keahlian, seperti balistik, sidik jari, tulisan tangan, atau biokimia.
Kumpulkan bukti dari tempat kejadian perkara, simpan dalam kondisi yang menjaga integritasnya.
Menyimpan catatan dan menyiapkan laporan yang merinci temuan, metode investigasi, dan teknik laboratorium.
Gunakan peralatan fotografi atau video untuk mendokumentasikan bukti atau tempat kejadian perkara.
Bersaksi di pengadilan tentang metode atau temuan investigasi atau analitis.
Gunakan bahan kimia atau zat lain untuk memeriksa bukti sidik jari laten dan bandingkan sidik jari yang dihasilkan dengan sidik jari orang yang dikenal dalam basis data.
Activities
Aktivitas
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Mendokumentasikan/Merekam Informasi — Memasukkan, menyalin, merekam, menyimpan, atau memelihara informasi dalam bentuk tertulis atau elektronik/magnetik.
Menafsirkan Arti Informasi bagi Orang Lain — Menerjemahkan atau menjelaskan apa arti informasi dan bagaimana informasi dapat digunakan.
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan — Memberikan informasi kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan melalui telepon, dalam bentuk tertulis, email, atau secara langsung.
Berkomunikasi dengan Pihak di Luar Organisasi — Berkomunikasi dengan pihak di luar organisasi, mewakili organisasi kepada pelanggan, publik, pemerintah, dan sumber eksternal lainnya. Informasi ini dapat dipertukarkan secara langsung, tertulis, atau melalui telepon atau email.
Skills
Keterampilan
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Pemahaman Membaca — Memahami kalimat dan paragraf tertulis dalam dokumen terkait pekerjaan.
Berbicara — Berbicara kepada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Menulis — Berkomunikasi secara efektif dalam tulisan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Digital Skills
Keahlian Digital
Antarmuka pengguna basis data dan perangkat lunak kueri — Sistem Indeks DNA Gabungan CODIS; Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Terpadu IAFIS; Microsoft Access; Basis data Pusat Informasi Kejahatan Nasional (NCIC)
Perangkat lunak surat elektronik — IBM Notes; Microsoft Outlook
Perangkat lunak grafis atau pencitraan foto — Adobe Photoshop Teknologi panas; DesignWare 3D EyeWitness; Perangkat lunak grafis; Midwest Information Systems PAX-it
Perangkat lunak rangkaian perkantoran — Corel WordPerfect Office Suite; perangkat lunak Microsoft Office
Perangkat lunak presentasi — Microsoft PowerPoint
Abilities
Kemampuan
Fleksibilitas Penutupan — Kemampuan untuk mengidentifikasi atau mendeteksi pola yang diketahui (gambar, objek, kata, atau suara) yang tersembunyi dalam materi lain yang mengganggu.
Penalaran Induktif — Kemampuan untuk menggabungkan potongan-potongan informasi untuk membentuk aturan umum atau kesimpulan (termasuk menemukan hubungan di antara peristiwa yang tampaknya tidak berhubungan).
Penglihatan Dekat — Kemampuan untuk melihat detail dari jarak dekat (dalam jarak beberapa kaki dari pengamat).
Pemahaman Lisan — Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami informasi dan ide yang disampaikan melalui kata-kata dan kalimat lisan.
Ekspresi Lisan — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide dalam berbicara sehingga orang lain dapat memahaminya.
Knowledge
Pengetahuan
Hukum dan Pemerintahan — Pengetahuan tentang hukum, kode hukum, prosedur pengadilan, preseden, peraturan pemerintah, perintah eksekutif, aturan lembaga, dan proses politik demokratis.
Keamanan dan Keselamatan Publik — Pengetahuan tentang peralatan, kebijakan, prosedur, dan strategi yang relevan untuk mempromosikan operasi keamanan lokal, negara bagian, atau nasional yang efektif untuk melindungi orang, data, properti, dan lembaga.
Pendidikan dan Pelatihan — Pengetahuan tentang prinsip dan metode untuk desain kurikulum dan pelatihan, pengajaran dan instruksi untuk individu dan kelompok, dan pengukuran efek pelatihan.
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Komputer dan Elektronik — Pengetahuan tentang papan sirkuit, prosesor, chip, peralatan elektronik, dan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, termasuk aplikasi dan pemrograman.
Education
Pendidikan
SMK/SMA = Dapat berasal dari SMA jurusan IPA karena membutuhkan dasar biologi, kimia, dan fisika yang kuat; beberapa SMK Kesehatan atau SMK Analis Kimia juga relevan sebagai bekal awal untuk melanjutkan pendidikan di bidang forensik.
S1 = Umumnya menempuh S1 Ilmu Forensik, S1 Kimia, S1 Biologi, S1 Farmasi, atau S1 Kedokteran (untuk jalur tertentu), dengan pembelajaran meliputi analisis laboratorium forensik, toksikologi, DNA forensik, teknik identifikasi, serta prosedur penanganan barang bukti.
S2 = Tidak wajib, namun dapat ditempuh melalui Magister Ilmu Forensik, Magister Kimia Forensik, atau Magister Biologi Forensik bagi mereka yang ingin memperdalam keahlian teknis, melakukan riset forensik, atau menempati posisi analis senior.
S3 = Tidak diperlukan untuk praktik teknisi forensik sehari-hari, tetapi jenjang Doktor Ilmu Forensik, Doktor Kimia, atau Doktor Biologi relevan bagi individu yang ingin berkarier sebagai peneliti, akademisi, atau pakar pengembangan metode dan teknologi forensik.
Interest
Minat
Investigatif — Pekerjaan yang melibatkan studi dan penelitian benda mati, organisme hidup, penyakit atau bentuk gangguan lainnya, atau perilaku manusia. Pekerjaan investigasi sering dikaitkan dengan ilmu fisika, ilmu hayati, ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, dan dapat ditemukan di bidang humaniora, matematika/statistika, teknologi informasi, atau layanan kesehatan.
Konvensional — Pekerjaan melibatkan kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan untuk mengelola informasi atau data, biasanya dalam lingkungan bisnis. Pekerjaan konvensional sering dikaitkan dengan pekerjaan kantor, akuntansi, matematika/statistik, teknologi informasi, keuangan, atau sumber daya manusia.
Realistis — Pekerjaan meliputi perancangan, pembangunan, atau perbaikan peralatan, material, atau struktur, aktivitas fisik, atau bekerja di luar ruangan. Pekerjaan realistis sering dikaitkan dengan teknik, mekanika dan elektronika, konstruksi, pertukangan kayu, transportasi, pengoperasian mesin, pertanian, layanan hewan, pekerjaan fisik atau manual, atletik, atau layanan perlindungan.
Work Ethic
Etos Kerja
Integritas tinggi – menjaga kejujuran dan tidak memanipulasi temuan apa pun.
Objektivitas – bekerja berdasarkan fakta ilmiah, bukan asumsi atau tekanan eksternal.
Kerja sangat teliti – detail kecil bisa menentukan hasil penyelidikan; fokus tinggi wajib.
Disiplin prosedural – mengikuti SOP laboratorium, rantai bukti (chain of custody), dan protokol investigasi.
Akurasi data – memastikan setiap pencatatan, labeling, dan dokumentasi benar.
Work Style
Gaya Kerja
Integritas — Pekerjaan menuntut kejujuran dan etika.
Perhatian terhadap Detail — Pekerjaan menuntut kehati-hatian terhadap detail dan ketelitian dalam menyelesaikan tugas pekerjaan.
Keandalan — Pekerjaan menuntut seseorang untuk dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan, serta memenuhi kewajiban.
Kemampuan beradaptasi/fleksibilitas — Pekerjaan menuntut keterbukaan terhadap perubahan (positif atau negatif) dan variasi yang cukup besar di tempat kerja
Kerjasama — Pekerjaan mengharuskan bersikap menyenangkan terhadap orang lain di tempat kerja dan menunjukkan sikap kooperatif yang baik hati.