Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Intelligence Analysts
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Kumpulkan, analisis, atau evaluasi informasi dari berbagai sumber, seperti basis data penegakan hukum, pengawasan, jaringan intelijen, atau sistem informasi geografis. Gunakan data intelijen untuk mengantisipasi dan mencegah aktivitas kejahatan terorganisir, seperti terorisme.
Validasi intelijen yang diketahui dengan data dari sumber lain.
Kumpulkan, analisis, korelasikan, atau evaluasi informasi dari berbagai sumber, seperti basis data penegakan hukum.
Mengevaluasi catatan komunikasi, seperti panggilan telepon, untuk memetakan aktivitas dan menentukan ukuran serta lokasi kelompok kriminal dan anggotanya.
Kumpulkan informasi intelijen melalui observasi lapangan, sumber informasi rahasia, atau catatan publik.
Menganalisis data intelijen untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam aktivitas kriminal.
Activities
Aktivitas
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan — Memberikan informasi kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan melalui telepon, dalam bentuk tertulis, email, atau secara langsung.
Bekerja dengan Komputer — Menggunakan komputer dan sistem komputer (termasuk perangkat keras dan perangkat lunak) untuk memprogram, menulis perangkat lunak, mengatur fungsi, memasukkan data, atau memproses informasi.
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Menganalisis Data atau Informasi — Mengidentifikasi prinsip, alasan, atau fakta yang mendasari informasi dengan memecah informasi atau data menjadi bagian-bagian terpisah.
Memproses Informasi — Mengumpulkan, mengodekan, mengkategorikan, menghitung, membuat tabulasi, mengaudit, atau memverifikasi informasi atau data.
Skills
Keterampilan
Pemahaman Membaca — Memahami kalimat dan paragraf tertulis dalam dokumen terkait pekerjaan.
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Berbicara — Berbicara kepada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Menulis — Berkomunikasi secara efektif dalam tulisan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Digital Skills
Keahlian Digital
Perangkat lunak analitis atau ilmiah — Perangkat lunak visualisasi data; SAS; Perangkat lunak analisis telepon; TensorFlow
Perangkat lunak sistem manajemen basis data — Apache Hadoop; Apache Hive; Apache Pig; Teradata Database
Antarmuka pengguna basis data dan perangkat lunak kueri — Perangkat lunak Amazon Web Services AWS; Microsoft Access; Microsoft SQL Server; Bahasa kueri terstruktur SQL
Sistem informasi geografis — Perangkat lunak ESRI ArcGIS; Perangkat lunak GIS sistem informasi geografis; Sistem GIS sistem informasi geografis; Google Earth Pro
Perangkat lunak presentasi — Microsoft PowerPoint
Abilities
Kemampuan
Penalaran Induktif — Kemampuan untuk menggabungkan potongan-potongan informasi untuk membentuk aturan umum atau kesimpulan (termasuk menemukan hubungan di antara peristiwa yang tampaknya tidak berhubungan).
Pemahaman Lisan — Kemampuan untuk mendengarkan dan memahami informasi dan ide yang disampaikan melalui kata-kata dan kalimat lisan.
Sensitivitas Masalah — Kemampuan untuk menyadari ketika ada sesuatu yang salah atau kemungkinan akan salah. Hal ini tidak melibatkan penyelesaian masalah, melainkan hanya pengakuan bahwa ada masalah.
Pemahaman Tertulis — Kemampuan untuk membaca dan memahami informasi dan ide yang disajikan dalam tulisan.
Penalaran Deduktif — Kemampuan untuk menerapkan aturan umum pada masalah khusus untuk menghasilkan jawaban yang masuk akal.
Knowledge
Pengetahuan
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Hukum dan Pemerintahan — Pengetahuan tentang hukum, kode hukum, prosedur pengadilan, preseden, peraturan pemerintah, perintah eksekutif, aturan lembaga, dan proses politik demokratis.
Keamanan dan Keselamatan Publik — Pengetahuan tentang peralatan, kebijakan, prosedur, dan strategi yang relevan untuk mempromosikan operasi keamanan lokal, negara bagian, atau nasional yang efektif untuk melindungi orang, data, properti, dan lembaga.
Administratif — Pengetahuan tentang prosedur dan sistem administratif dan perkantoran seperti pengolah kata, pengelolaan berkas dan catatan, stenografi dan transkripsi, perancangan formulir, dan terminologi tempat kerja.
Komputer dan Elektronik — Pengetahuan tentang papan sirkuit, prosesor, chip, peralatan elektronik, dan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, termasuk aplikasi dan pemrograman.
Education
Pendidikan
SMK/SMA = Dapat berasal dari SMA jurusan IPS atau IPA yang memberikan dasar pengetahuan sosial, kewarganegaraan, matematika, dan logika berpikir; lulusan SMK juga dapat menjadi bekal awal, namun untuk berkarier sebagai analis intelijen umumnya diperlukan kelanjutan ke pendidikan tinggi serta seleksi dan pendidikan khusus dari instansi terkait.
S1 = Umumnya menempuh S1 Ilmu Hubungan Internasional, S1 Ilmu Politik, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Sosiologi, S1 Psikologi, atau S1 Ilmu Komunikasi, dengan pembelajaran yang mencakup analisis politik dan sosial, keamanan nasional, metode analisis data, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis.
S2 = Tidak wajib, namun sangat dianjurkan bagi analis tingkat lanjut. Program seperti Magister Ilmu Politik, Magister Hubungan Internasional, Magister Studi Keamanan, atau Magister Intelijen memperdalam kemampuan analisis strategis, riset kebijakan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
S3 = Tidak diperlukan untuk praktik operasional, tetapi jenjang Doktor Ilmu Politik, Doktor Hubungan Internasional, atau Doktor Studi Keamanan relevan bagi individu yang ingin berkarier sebagai akademisi, peneliti, atau pakar strategi dan kebijakan intelijen nasional.
Interest
Minat
Investigatif — Pekerjaan yang melibatkan studi dan penelitian benda mati, organisme hidup, penyakit atau bentuk gangguan lainnya, atau perilaku manusia. Pekerjaan investigasi sering dikaitkan dengan ilmu fisika, ilmu hayati, ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, dan dapat ditemukan di bidang humaniora, matematika/statistika, teknologi informasi, atau layanan kesehatan.
Konvensional — Pekerjaan melibatkan kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan untuk mengelola informasi atau data, biasanya dalam lingkungan bisnis. Pekerjaan konvensional sering dikaitkan dengan pekerjaan kantor, akuntansi, matematika/statistik, teknologi informasi, keuangan, atau sumber daya manusia.
Work Ethic
Etos Kerja
Integritas tinggi dalam menjaga kerahasiaan informasi.
Objektivitas saat menilai data tanpa bias pribadi.
Ketelitian ekstrem dalam mengolah dan memverifikasi informasi.
Disiplin mengikuti prosedur keamanan dan protokol intelijen.
Berpikir kritis & analitis untuk memahami pola, ancaman, dan indikasi.
Kesiapan bekerja di bawah tekanan dan situasi cepat berubah.
Work Style
Gaya Kerja
Berpikir Analitis — Pekerjaan mengharuskan menganalisis informasi dan menggunakan logika untuk mengatasi isu dan masalah terkait pekerjaan.
Integritas — Pekerjaan menuntut kejujuran dan etika.
Perhatian terhadap Detail — Pekerjaan menuntut kehati-hatian terhadap detail dan ketelitian dalam menyelesaikan tugas pekerjaan.
Keandalan — Pekerjaan menuntut seseorang untuk dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan, serta memenuhi kewajiban.
Kemandirian — Pekerjaan menuntut seseorang untuk mengembangkan caranya sendiri dalam melakukan sesuatu, membimbing diri sendiri dengan sedikit atau tanpa pengawasan, dan bergantung pada diri sendiri untuk menyelesaikan sesuatu.