Informasi spesifik yang mencakup riwayat pekerjaan seseorang, termasuk jabatan,
tanggung jawab, pencapaian, dan
pengalaman kerja yang dimiliki selama masa karirnya.
Occupational Therapists
Job Task Details
Rincian Tugas Kerja
Menilai, merencanakan, dan mengorganisir program rehabilitasi yang membantu membangun atau memulihkan keterampilan vokasional, pekerjaan rumah tangga, dan kehidupan sehari-hari, serta kemandirian umum, bagi penyandang disabilitas atau keterlambatan perkembangan. Menggunakan teknik terapeutik, mengadaptasi lingkungan individu, mengajarkan keterampilan, dan memodifikasi tugas-tugas spesifik yang menjadi hambatan bagi individu tersebut.
Menguji dan mengevaluasi kemampuan fisik dan mental pasien dan menganalisis data medis untuk menentukan tujuan rehabilitasi yang realistis bagi pasien.
Lengkapi dan pelihara catatan yang diperlukan.
Merencanakan, mengatur, dan melaksanakan program terapi okupasi di rumah sakit, lembaga, atau lingkungan masyarakat untuk membantu merehabilitasi penyandang disabilitas karena penyakit, cedera, atau masalah psikologis atau perkembangan.
Rencanakan dan laksanakan program dan kegiatan sosial untuk membantu pasien mempelajari keterampilan bekerja atau sekolah dan menyesuaikan diri dengan kecacatan.
Pilih kegiatan yang akan membantu individu mempelajari keterampilan kerja dan pengelolaan kehidupan dalam batasan kemampuan mental atau fisik mereka.
Activities
Aktivitas
Mendokumentasikan/Merekam Informasi — Memasukkan, menyalin, merekam, menyimpan, atau memelihara informasi dalam bentuk tertulis atau elektronik/magnetik.
Membantu dan Merawat Orang Lain — Memberikan bantuan pribadi, perhatian medis, dukungan emosional, atau perawatan pribadi lainnya kepada orang lain seperti rekan kerja, pelanggan, atau pasien.
Mendapatkan Informasi — Mengamati, menerima, dan memperoleh informasi dari semua sumber yang relevan.
Membuat Keputusan dan Memecahkan Masalah — Menganalisis informasi dan mengevaluasi hasil untuk memilih solusi terbaik dan memecahkan masalah.
Berkomunikasi dengan Atasan, Rekan Kerja, atau Bawahan — Memberikan informasi kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan melalui telepon, dalam bentuk tertulis, email, atau secara langsung.
Skills
Keterampilan
Mendengarkan Secara Aktif — Memberikan perhatian penuh terhadap apa yang dikatakan orang lain, meluangkan waktu untuk memahami pokok bahasan, mengajukan pertanyaan bila perlu, dan tidak menyela pada saat yang tidak tepat.
Pemantauan — Memantau/Menilai kinerja diri sendiri, individu lain, atau organisasi untuk membuat perbaikan atau mengambil tindakan perbaikan.
Orientasi Pelayanan — Secara aktif mencari cara untuk membantu orang lain.
Berpikir Kritis — Menggunakan logika dan penalaran untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan solusi alternatif, kesimpulan, atau pendekatan terhadap masalah.
Mengajar — Mengajar orang lain cara melakukan sesuatu.
Digital Skills
Keahlian Digital
Perangkat lunak pelatihan berbasis komputer — Perangkat lunak pendidikan seni bahasa; Perangkat lunak pendidikan pendidikan khusus; Perangkat lunak pembaca teks; Perangkat lunak teks ke ucapan
Perangkat lunak grafik atau pencitraan foto — Perangkat lunak gambar komputer; Pembuat Papan Mayer-Johnson
Perangkat lunak medis — Bizmatics PrognoCIS EMR; perangkat lunak EHR eClinicalWorks; HMS; Lexrotech LxPediatric
Perangkat lunak OCR atau pemindaian pembaca karakter optik — Penerjemah Braille Duxbury; Perangkat lunak pemindaian teks
Perangkat lunak pengolah kata — Crick Software Clicker 4; Microsoft Word; OpenOffice WRITER
Abilities
Kemampuan
Ekspresi Lisan — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide dalam berbicara sehingga orang lain dapat memahaminya.
Penalaran Deduktif — Kemampuan untuk menerapkan aturan umum pada masalah khusus untuk menghasilkan jawaban yang masuk akal.
Penalaran Induktif — Kemampuan untuk menggabungkan potongan-potongan informasi untuk membentuk aturan umum atau kesimpulan (termasuk menemukan hubungan di antara peristiwa yang tampaknya tidak berhubungan).
Sensitivitas Masalah — Kemampuan untuk menyadari ketika ada sesuatu yang salah atau kemungkinan akan salah. Hal ini tidak melibatkan penyelesaian masalah, melainkan hanya pengakuan bahwa ada masalah.
Ekspresi Tertulis — Kemampuan mengomunikasikan informasi dan ide secara tertulis sehingga orang lain dapat memahaminya.
Knowledge
Pengetahuan
Terapi dan Konseling — Pengetahuan tentang prinsip, metode, dan prosedur untuk diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi disfungsi fisik dan mental, serta untuk konseling dan bimbingan karier.
Psikologi — Pengetahuan tentang perilaku dan kinerja manusia; perbedaan individu dalam kemampuan, kepribadian, dan minat; pembelajaran dan motivasi; metode penelitian psikologis; dan penilaian serta pengobatan gangguan perilaku dan afektif.
Layanan Pelanggan dan Pribadi — Pengetahuan tentang prinsip dan proses penyediaan layanan pelanggan dan pribadi. Ini mencakup penilaian kebutuhan pelanggan, pemenuhan standar kualitas layanan, dan evaluasi kepuasan pelanggan.
Kedokteran dan Kedokteran Gigi — Pengetahuan tentang informasi dan teknik yang dibutuhkan untuk mendiagnosis dan mengobati cedera, penyakit, dan deformitas manusia. Ini mencakup gejala, alternatif pengobatan, sifat dan interaksi obat, serta tindakan pencegahan kesehatan.
Bahasa Inggris — Pengetahuan tentang struktur dan isi bahasa Inggris termasuk arti dan ejaan kata, serta aturan komposisi dan tata bahasa.
Education
Pendidikan
S1 terapis okupasi
S2 terapis okupasi
S3 terapis okupasi
Interest
Minat
Sosial — Pekerjaan melibatkan membantu, mengajar, menasihati, membantu, atau memberikan layanan kepada orang lain. Pekerjaan sosial sering kali dikaitkan dengan kegiatan sosial, perawatan kesehatan, layanan pribadi, pengajaran/pendidikan, atau keagamaan.
Investigatif — Pekerjaan yang melibatkan studi dan penelitian benda mati, organisme hidup, penyakit atau bentuk gangguan lainnya, atau perilaku manusia. Pekerjaan investigasi sering dikaitkan dengan ilmu fisika, ilmu hayati, ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, dan dapat ditemukan di bidang humaniora, matematika/statistika, teknologi informasi, atau layanan kesehatan.
Work Ethic
Etos Kerja
Berorientasi pada Klien (Client-Centered Practice)—Selalu mengutamakan kebutuhan dan keinginan klien. Mereka mendengarkan apa yang penting bagi klien dan menyesuaikan kegiatan terapi agar sesuai dengan tujuan hidupnya. Dengan cara ini, klien bisa merasa nyaman dan lebih semangat untuk belajar melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Profesional dan Berintegritas—Harus bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan profesi. Mereka menjaga rahasia klien dan tidak boleh sembarangan membicarakan kondisi klien kepada orang lain. Sikap profesional ini membuat klien merasa aman dan percaya kepada terapis.
Terus Belajar dan Mengembangkan Diri—Profesi ini menuntut terapis untuk terus belajar agar ilmunya selalu up-to-date. Mereka mengikuti pelatihan, membaca sumber baru, dan belajar dari pengalaman agar bisa memberikan terapi yang terbaik. Dengan terus belajar, kualitas pelayanan untuk klien juga meningkat.
Bekerja Sama dengan Tim—Tidak bekerja sendirian; mereka sering bekerja bersama dokter, perawat, fisioterapis, psikolog, dan guru. Karena itu, mereka harus bisa bekerja sama, saling menghargai, dan berkomunikasi dengan baik. Kerja sama yang baik akan membantu klien mendapatkan perawatan yang lebih lengkap.
Empati dan Sikap Peduli—Harus bisa memahami perasaan klien dan bersikap peduli. Mereka menghadapi klien dengan berbagai kondisi, jadi penting untuk ramah, sabar, dan tidak menghakimi. Sikap empati membuat klien merasa didukung dan lebih nyaman selama terapi berlangsung.
Peka terhadap Budaya (Cultural Awareness)—Harus menghormati kebiasaan, agama, dan nilai-nilai setiap klien. Dengan memahami latar belakang budaya klien, terapi dapat disesuaikan agar lebih cocok dan diterima dengan baik oleh keluarga.
Work Style
Gaya Kerja
Integritas — Pekerjaan menuntut kejujuran dan etika.
Keandalan — Pekerjaan menuntut seseorang untuk dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan, serta memenuhi kewajiban.
Kepedulian terhadap Orang Lain — Pekerjaan menuntut kepekaan terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain serta bersikap pengertian dan suka menolong dalam pekerjaan.
Kerjasama — Pekerjaan mengharuskan bersikap menyenangkan terhadap orang lain di tempat kerja dan menunjukkan sikap kooperatif yang baik hati.
Pengendalian Diri — Pekerjaan ini mengharuskan kita untuk tetap tenang, mengendalikan emosi, mengendalikan amarah, dan menghindari perilaku agresif, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.